Oven berfungsi sebagai alat pemanas yang digunakan untuk berbagai keperluan ilmiah, seperti sterilisasi, pengeringan, dan pemanasan sampel pada suhu yang terkontrol. Oven memiliki pengaturan suhu yang lebih presisi dan dapat mencapai suhu tinggi sesuai dengan kebutuhan eksperimen. Alat ini sering digunakan untuk menghilangkan kelembapan dari bahan, mengeringkan kaca laboratorium, serta mensterilkan peralatan yang tidak dapat disterilkan dengan autoklaf. Dengan sistem pemanasan yang merata dan stabil, oven memastikan bahwa proses pemanasan berjalan dengan efisien tanpa merusak sampel yang diuji.
cara menggunakan oven yaitu dengan memasukkan sampel atau peralatan yang akan dipanaskan ke dalam oven dengan menggunakan wadah yang tahan panas dan sesuai dengan prosedur laboratorium. Atur suhu dan waktu pemanasan sesuai dengan kebutuhan eksperimen, lalu tutup pintu oven dengan rapat untuk menjaga kestabilan suhu. Selama proses pemanasan, hindari membuka pintu terlalu sering agar suhu tetap terjaga dan hasil pemanasan lebih optimal. Setelah waktu pemanasan selesai, matikan oven dan biarkan suhunya turun sebelum membuka pintu untuk mencegah perubahan suhu yang tiba-tiba. Gunakan sarung tangan tahan panas saat mengambil sampel, lalu pastikan oven dibersihkan setelah digunakan agar tetap dalam kondisi baik dan siap untuk pemakaian berikutnya.