Microwave berfungsi sebagai alat pemanas yang digunakan untuk berbagai keperluan ilmiah, seperti mengeringkan, menguapkan, atau memanaskan sampel dengan cepat dan efisien. microwave menggunakan gelombang elektromagnetik untuk memanaskan zat secara langsung, sehingga waktu pemanasan lebih singkat dan lebih merata. Alat ini sering digunakan dalam penelitian kimia untuk mempercepat reaksi, mensterilkan peralatan, serta menghilangkan kandungan air dalam sampel. Dengan pengaturan suhu dan daya yang dapat disesuaikan, microwave memungkinkan peneliti untuk mengontrol proses pemanasan dengan lebih presisi, sehingga hasil eksperimen lebih akurat dan reproducible.
Untuk menggunakan microwave, pertama-tama pastikan alat dalam kondisi bersih dan sesuai dengan prosedur keamanan. Masukkan sampel yang akan dipanaskan ke dalam wadah yang tahan microwave dan sesuai dengan jenis zat yang digunakan. Atur suhu dan waktu pemanasan sesuai kebutuhan eksperimen, lalu tutup pintu microwave dengan rapat sebelum menyalakannya. Selama proses pemanasan, selalu pantau perkembangan sampel untuk menghindari overheating atau reaksi yang tidak diinginkan. Setelah pemanasan selesai, biarkan sampel sedikit mendingin sebelum dikeluarkan, menggunakan sarung tangan tahan panas jika diperlukan. Terakhir, bersihkan microwave setelah digunakan untuk mencegah kontaminasi dan memastikan alat tetap dalam kondisi baik.