background

Kabel

Dalam penggunaan alat geolistrik, kabel merupakan komponen penting yang digunakan untuk menghubungkan elektroda dengan unit utama guna mengalirkan arus listrik dan mengukur perbedaan potensial. Kabel geolistrik harus memiliki konduktivitas yang baik serta ketahanan terhadap kondisi lingkungan lapangan yang bervariasi, seperti tanah basah, berbatu, atau berlumpur.

Kabel dalam alat geolistrik berfungsi sebagai penghubung antara elektroda dan unit utama untuk mengalirkan arus listrik serta mengukur perbedaan potensial dalam tanah. Penggunaan kabel yang tepat sangat penting untuk memastikan akurasi data dan kelancaran proses survei geolistrik. Kabel ini terdiri dari kabel arus yang digunakan untuk menginjeksikan listrik ke dalam tanah dan kabel potensial yang berfungsi untuk mengukur tegangan yang dihasilkan. Sebelum digunakan, kabel harus diperiksa terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada kerusakan atau gangguan isolasi yang dapat mempengaruhi hasil pengukuran. Pemasangan kabel dilakukan dengan cara menghubungkannya ke elektroda arus dan potensial sesuai dengan metode yang digunakan, seperti Schlumberger, Wenner, atau Dipole-Dipole. Selama pemasangan, kabel harus ditata dengan baik agar tidak saling melilit atau mengalami gangguan eksternal. Setelah semua kabel terpasang, dilakukan pengujian awal untuk memastikan koneksi berjalan dengan baik dan arus dapat mengalir tanpa hambatan. Setelah survei selesai, kabel dilepaskan dengan hati-hati, digulung dengan rapi, dan disimpan di tempat yang aman agar tetap dalam kondisi baik untuk penggunaan berikutnya. Dengan perawatan yang baik, kabel geolistrik dapat digunakan secara optimal untuk eksplorasi bawah permukaan dengan hasil yang akurat.