berfungsi untuk mengukur resistivitas atau tahanan jenis tanah dan batuan di bawah permukaan bumi. Fungsi utama alat ini adalah untuk mendeteksi keberadaan air tanah dengan menentukan kedalaman dan ketebalan akuifer, sehingga sangat berguna dalam eksplorasi sumber air bersih. Selain itu, alat ini juga digunakan dalam survei geoteknik untuk menilai kondisi tanah sebelum pembangunan infrastruktur seperti gedung, jembatan, dan jalan raya. Dalam bidang eksplorasi mineral dan pertambangan, Geolistrik Naniura membantu mengidentifikasi potensi sumber daya mineral seperti emas, nikel, dan batu bara dengan mendeteksi perbedaan konduktivitas material bawah permukaan. Di bidang lingkungan, alat ini berperan dalam mendeteksi kontaminasi tanah dan air bawah permukaan akibat limbah industri atau pencemaran lainnya. Dengan metode yang tidak merusak lingkungan, Geolistrik Naniura menjadi salah satu instrumen yang efektif dalam berbagai penelitian dan eksplorasi geofisika.
Untuk menggunakan alat Geolistrik Naniura, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan peralatan yang diperlukan, termasuk unit utama (receiver dan transmitter), elektroda arus dan elektroda potensial, kabel penghubung, serta sumber daya seperti baterai. Setelah memastikan semua komponen dalam kondisi baik, pengguna menentukan lokasi titik pengukuran berdasarkan perencanaan survei geolistrik. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa data yang diperoleh akurat dan sesuai dengan kebutuhan eksplorasi. Selanjutnya, elektroda arus ditanam di kedua ujung lintasan pengukuran dengan jarak tertentu sesuai dengan metode konfigurasi elektroda yang digunakan, seperti metode Schlumberger atau Wenner. Kemudian, elektroda potensial dipasang di antara elektroda arus sesuai dengan konfigurasi yang telah ditentukan. Semua elektroda tersebut dihubungkan ke unit utama menggunakan kabel penghubung untuk memastikan koneksi arus dan tegangan berjalan dengan baik. Setelah pemasangan elektroda selesai, alat Geolistrik Naniura dinyalakan, dan pengguna melakukan pengaturan awal, seperti memilih mode pengukuran dan mengatur parameter arus listrik yang akan digunakan. Alat ini kemudian mulai menginjeksikan arus listrik ke dalam tanah melalui elektroda arus, dan perbedaan potensial yang dihasilkan diukur menggunakan elektroda potensial. Hasil pengukuran akan muncul pada layar unit utama dalam bentuk nilai resistivitas tanah di berbagai kedalaman. Setelah semua titik pengukuran selesai diambil, data yang diperoleh dapat disimpan dan dipindahkan ke komputer untuk analisis lebih lanjut menggunakan perangkat lunak khusus. Dari hasil analisis ini, pengguna dapat menginterpretasikan kondisi bawah permukaan, seperti keberadaan akuifer, struktur geologi, atau potensi sumber daya mineral. Setelah proses pengukuran selesai, alat harus dimatikan dan disimpan dengan baik agar tetap dalam kondisi optimal untuk penggunaan berikutnya.