Furnace adalah alat pemanas berkapasitas tinggi yang digunakan di laboratorium untuk mencapai suhu sangat tinggi, biasanya dalam rentang 200°C hingga lebih dari 1000°C. Alat ini dirancang untuk berbagai aplikasi pemanasan, seperti perlakuan panas pada material, penghilangan zat organik, kalsinasi, dan sintering. Dibandingkan dengan oven laboratorium biasa, furnace memiliki kontrol suhu yang lebih presisi dan dapat mempertahankan suhu tinggi dalam waktu yang lama, sehingga cocok digunakan dalam penelitian di bidang material, metalurgi, dan kimia.
Fungsi utama furnace di laboratorium adalah untuk memanaskan, mengeringkan, atau mengubah sifat suatu material melalui proses termal. Dalam industri material, furnace digunakan untuk mengeraskan logam, membakar keramik, dan melakukan perlakuan panas pada sampel tertentu. Dalam laboratorium kimia, furnace sering digunakan untuk analisis gravimetri, yaitu proses pembakaran sampel untuk menentukan kandungan zat dalam bahan tertentu. Dengan sistem kontrol suhu yang canggih, furnace memungkinkan pemanasan yang stabil dan seragam, sehingga hasil eksperimen lebih akurat dan reproducible.
Cara menggunakan furnace dimulai dengan menyalakan furnace dan atur suhu sesuai dengan kebutuhan eksperimen menggunakan panel kontrol yang tersedia. Biarkan furnace mencapai suhu yang diinginkan sebelum memasukkan sampel untuk memastikan pemanasan yang stabil. Gunakan wadah tahan panas, seperti crucible keramik atau kuarsa, lalu tempatkan sampel dengan hati-hati ke dalam ruang pemanasan menggunakan penjepit atau sarung tangan tahan panas. Tutup furnace dengan rapat dan biarkan proses pemanasan berlangsung sesuai waktu yang ditentukan. Setelah selesai, matikan furnace dan biarkan suhunya turun sebelum membuka pintu untuk menghindari perubahan suhu yang drastis. Gunakan alat pelindung saat mengambil sampel, dan pastikan furnace dibersihkan serta diperiksa secara berkala untuk menjaga kinerjanya tetap optimal.