Fume hood adalah alat ventilasi laboratorium yang dirancang untuk melindungi pengguna dari paparan uap, gas berbahaya, dan partikel beracun yang dihasilkan selama eksperimen kimia. Alat ini bekerja dengan menghisap udara yang terkontaminasi dan mengalirkannya ke sistem filtrasi atau pembuangan, sehingga mencegah penyebaran zat berbahaya ke lingkungan kerja. Selain berfungsi sebagai perlindungan terhadap risiko inhalasi zat kimia beracun, fume hood juga membantu mengurangi kemungkinan kebakaran atau ledakan dengan mengontrol sirkulasi udara di dalam ruang kerja. Dengan adanya kaca pelindung yang dapat disesuaikan, fume hood juga berperan dalam mencegah percikan bahan kimia mengenai pengguna. Oleh karena itu, alat ini sangat penting dalam laboratorium kimia, farmasi, dan industri untuk memastikan keselamatan kerja dan menjaga kualitas lingkungan laboratorium.
Untuk menggunakan fume hood, pertama-tama pastikan alat dalam kondisi baik dan berfungsi dengan ventilasi yang optimal. Nyalakan sistem ventilasi beberapa menit sebelum mulai bekerja untuk memastikan aliran udara berjalan dengan baik. Atur tinggi kaca pelindung (sash) sesuai rekomendasi keselamatan, biasanya tidak lebih dari batas yang ditentukan. Letakkan peralatan dan bahan kimia yang akan digunakan di dalam fume hood, dengan menjaga jarak minimal 15 cm dari tepi untuk memastikan efektivitas ventilasi. Selama bekerja, hindari gerakan tiba-tiba atau membuka dan menutup kaca pelindung terlalu sering agar aliran udara tetap stabil. Setelah selesai, buang limbah kimia sesuai prosedur laboratorium, tutup kaca pelindung, dan biarkan ventilasi tetap menyala selama beberapa menit sebelum mematikannya. Pastikan area kerja tetap bersih dan bebas dari tumpahan untuk menjaga keamanan dan efisiensi penggunaan fume hood.